“KAMAR nomor 1808, kerjakan sesuai keahlianmu,” ujar seorang perempuan dalam telepon.
“Bayarannya? Saya tak mau tertunda,” jawab seorang laki-laki diseberang.
“Beres, nanti aku ikut denganmu, aku ingin pastikan saja ..” kata-katanya belum selesai telah dipotong laki-laki bayaran itu.
“Siap, sesuai perjanjian.”
“Oke, aku tunggu,” perempuan itu pun menyudahi pembicaraan.
**
Hari masih siang, ketika sebuah mobil berhenti di depan lorong sudut kota itu. Tapi hari itu, langit tampak gelap. Angin dari barat berhembus kencang, sepertinya sebentar lagi turun hujan.
Sampah-sampah kertas dan plastik melayang-melayang. Ia berputar-putar, jatuh tepat di kaki seorang perempuan yang baru saja turun dari sedan hitam. Badannya langsing dengan pakaian hitam terlalu minimm, tingginya kira-kira 160 cm, berambut sebahu dan ikal, memakai rok pendek sehingga membuat kakinya tampak begitu jenjang. Kepulan asap rokok keluar dari mulutnya.
Komentar Terakhir